Minggu, 17 Desember 2017

Bisa!



Saat ini bukanlah kemarin,
Bukan saat saat dimana mimpi hanyalah ilusi
Penuh dipikiran tapi misteri
Memang indah tapi tak dimengerti
Penuh cara tapi berjeruji sulit dimasuki
Juga ditakluki

Hari ini bukanlah esok
Yang juga menyimpan misteri
Yang tak terdeteksi
Dan tak tahu kapan berhenti

Hari ini kumulai dengan mimpi
Yang tak terucap tapi terbersit dalam hati
“AKU SANG EKONOM”
Yap, bukan mustahil katanya
Tapi tak juga pasti

‘Usaha keras itu tak akan mengkhianati’
Itu patah lagu yang kudengar

“Kerja! Kerja! Kerja!”
Itu kata Presidenku

فانّ مع العسر يسرى انّ مع العسر يسرى

Pepatah Al-Insyirah 5-6
Sabda-Nya yang abadi. Yang menjadi janji-Nya pada dunia ini

من جدّ وجد

‘Kisah yang terindah denganmu
Takkan terlupa tanyakan waktu’










Buyar

Kau tahu sebuah lagu sendu
Yang tiap iramanya membawa kelu
Bagai sebuah daun yang layu

Namun,
Kau pasti juga tahu
Orang yang tak tahu malu
Bergerak tanpa ragu
Berkata tanpa tahu

Terus beradu tanpa mau tau

Senin, 04 Desember 2017

Visi Misi Tujuan UIN Sunan Kalijaga


 Assalamu'alaykum wr. wb.

Hai gaesss.... 
Kali ini Ir akan memberikan info nih tentang kampus iroh. Yak, benar. Yakni visi, misi, dan tujuan didirikannya UIN Sunan Kalijaga. Kuy, kuy...😍
 

Visi UIN Sunan Kalijaga:

Unggul dan Terkemuka dalam Pemanduan dan Pengembangan Keislaman dan Keilmuan bagi Peradaban.

Misi UIN Sunan Kalijaga:

  1. Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran.
  2. Mengembangkan budaya ijtihad dalam penelitian multidisipliner yang bermanfaat bagi kepentingan akademik dan masyarakat.
  3. Meningkatkan peran serta institusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada wawasan keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani.
  4. Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Tujuan UIN Sunan Kalijaga:

  1. Menghasilkan sarjana yang mempunyai kemampuan akademis dan profesional yang integratif-interkonektif.
  2. Menghasilkan sarjana yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kecakapan sosial, manajerial, dan berjiwa kewirausahaan serta rasa tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
  3. Menghasilkan sarjana yang yang menghargai dan menjiwai nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.
  4. Menjadikan Universitas sebagai pusat studi yang unggul dalam bidang kajian dan penelitian yang integratif-interkonektif.
  5. Membangun jaringan yang kokoh dan fungsional dengan para alumni.
Yap, begitu sudah post sementara Ir. Tunggu postinganku berikutnya, yakkk...
Wasalamu'alaykum wr. wb.

sumber : http://uin-suka.ac.id/id/web/page/universitas/2-visi-misi-tujuan

Minggu, 03 Desember 2017

My Campus Activity II

Assalamu'alaykum wa rohmatullah wa barokatuh. 

Hai, gaes!!! Eak. Ketemu lagi sama Iroh nih. Oh, ya, dah lama banget ya sejak Ir terakhir nge-post. Aku lihat terakhir, post-ku dah bulan Oktober kemaren, uy. 😁 Lamanya...🙍


Kali ini, Ir akan berbagi cerita mengenai kegiatan perkuliahan di kampus. Btw, Ir mau curhat dikit nih. Hari-hari terakhir ini, Ir masih nostalgia berkepanjangan nih sama masa-masa sekolah. Apalagi kalo ngeliat tugas yang terus numpuk. Dan lebih lagi, kalo tugas itu tugas kelompok, duh. Kayaknya hantu-hantu kemalasan yang ada di jaman sekolah balik lagi, deh😩. 

Lalu, apa yang harus iroh lakukan? 😌.

Ahaaa!!! Iroh ada tips-tips nih. Buat kamu kamu yang masih males malesan buat serius belajar dan ngerjain tugas.

  • Lihatlah pendukungmu.
Eak. Berasa atlet nih punya pendukung-pendukung segala. Tapi nggak salah lho, gaes. Dimana pun dan siapapun itu, pasti ada seseorang yang mendukungmu. Dan yakinlah. Tiap-tiap pendukungmu itu selalu menyelipkan kamu dalam doa mereka. Salah satu dan yang paling utama adalah orang tua. Bayangin, gaes. Sesibuk apapun mereka berjuang menghidupimu, pastinya selalu ada doa yang terselip untukmu. 

  • Doa.
Yup. Ini, nih kebiasaan yang mulai sering ditinggalin sama yang katanya namanya Kids Kids Jaman Now. Sekeras apapun usahamu, seberat apapun pengorbananmu. Tanpa doa, keberkahan yang kamu dapatkan dari belajarmu itu akan sia-sia. Mengapa gaes? Kita sebagai makhluk yang beragama, wajib untuk menyadari keberadaan tuhan di sisi kita. So, kalo kamu masih nggak menyertakan Tuhan dalam belajarmu, apa masih layak kamu diberi keberkahan ilmu-Nya? Just think it!

  • Sedia pengingat
Buat kalian makhluk-makhluk Jaman Now nih yang harus diperhatikan. Ada nih pepatah mengatakan kalo 'Manusia itu tempatnya salah dan lupa'. Karena itu, kalian pasti butuh nih yang namanya pengingat. Nah, pengingat itu terkadang untuk orang-orang tertentu, terutama buat orang yang meu belajar jadi anak rajin kayak Ir ini, tak cukup hanya dengan alarm dan kertas-kertas tempelan. Pengingat lain sebagai bentuk antisipasi adalah orang lain. Baik orang tua, saudara, mapun teman akrab. Dengan mereka, setidaknya ada lebih dari satu otak yang terus mengingatkanmu dalam belajar maupun untuk mengerjakan tugas.
  • Niat
Ini, nih. Yang wajib bagi siapapun yang ingin belajar maupun melakukan kegiatan lainnya. Tapi yang Ir maksud disini bukan berarti kalian harus mengucapkan niat kalian. Hanya saja, yang perlu dilakukan adalah melakukan pembaruan niat. Spesies Jaman Now nih, adaaa aja yang suka salah niat waktu berangkat kuliah. Ada yang bener-bener niat cari ilmu, ngumpul organisasi, ada juga yang niatnya nemuin temen, nyibukin diri atau melarikan diri dari kos yang super nyuntukin, ato malah ngecengin gebetannya nyambi belajar. Masya Allah. Yah, mungkin  beberapa diantaranya emang cuma pikiran buruk Ir, cuma Ir yakin. Adaa aja mahasiswa yang suka salah niat waktu ngampus.

Nah, untuk itu Ir mau ngingetin kalian biar terus ngebuat niat belajar kalian waktu di kampus itu permanen. Toh nggak ada ruginya juga kan kalo kita bener-bener niat belajar alias cari ilmu di kampus. Yah, walaupun mepet-mepetnya belajar berteman dan mencari pendamping hidup. Eaaaak. Intinya, inget kalian di kuliahin itu untuk belajar. Bukan semata-mata untuk menyibukkan dunia.
  • Fokus
Pemuda-pemudi yang dirahmati-Nya sekalian. Lika liku kehidupan itu memang selalu datang tanpa dinanti dan kemunculannya terkadang bertubi-tubi. Bener kan, yak??? Ah, udah. Benerin ajalah si Iroh ini. Sering kali kita sebagai mahasiswa merasa ujian berbentuk tugas, kelompokan, karya tulis, atau apapun itu selalu datang dan merambat cepat dalam pikiran kita. Sehingga terkadang kita merasa ujian kita ini sangat berat dibanding yang orang lain alami. Padahal Tuhan YME pastilah memberikan ujian kepada kita sesuai dengan batas kemampuan kita.

Maka dari itu, janganlah kita terlalu membuat ruwet pikiran kita dengan memikirkan segala ujian itu. Dari semua ujian, pilahlah satu persatu sesuai batasan deadline nya. Lalu kerjakanlah dari yang memiliki tenggang deadline paling dekat. Tapi bukan berarti ngejar deadline loh, ya. Hanya agar kesiapan kita mengatur tugas itu tidak bertabrakan dengan pikiran untuk menyipakan tugas yang lain.

  •  Istiqomah
Bila kebaikan-kebaikan diatas sudah dilakukan, maka tugas terakhir kita adalah berusaha untuk melakukannya terus menerus, bukan malah tersendat-sendat. Istiqomah ini penting untuk dilakukan karena kesalahan yang paliing banyak dilakukan seseorang adalah ketika Ia berniat berhenti sebentar saja. Yah, sebentar aja kok bisa salah sih... Ya, karena dari berhenti yang hanya sebentar saja itu pasti nantinya akan ada ujian yang membuat kalian sulit untuk memulai lagi. So, terus istiqomah, yaaakkk



Mungkin segini dulu nih pos dari Ir. Masih ada 7 pos lagi yang harus dikerjain buat tugas.
Yeheee... Ketahuan nih ye kalo ini buat tugas. Yodah, mungkin cukup sekian buat pagi ini.
Semoga ada berkah yang bisa didapatkan. Bila ada salah itu jelas dari Iroh. Bila ada kelebihannya itu dari Allah semata.

Wassalamu'alaykum wr. wb.

Minggu, 22 Oktober 2017

My Campus Activity

Hai semuaa...
Sekarang Aku akan memberikan postingan berkaitan dengan kegiatan fakultasku di UIN Sunan Kalijaga.

Yak, sudah pada tahu, kan.

Di UIN Sunan Kalijaga Aku mengambil program studi Ekonomi Syariah fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
 


Nah, FEBI ini merupakan fakultas baru yang baru berdiri selama 5 tahun. Yang artinya jika dihitung tahun maka fakultas ini baru berdiri sejak tahun 2012. Di FEBI ini sendiri telah memiliki 4 program studi yaitu Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah, dan Manajemen Keuangan Syariah.

Di tahun ini FEBI dipindahkan dari yang sebelumnya berada di Maguwoharjo, Depok, Sleman dan sekarang berada di lingkup kampus utama UIN Sunan Kalijaga yang berada di Jl. Laksda Adisucipto, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Selanjutnya, Aku bakal nulis tentang ForSEBI. Salah satu LKMFnya FEBI. Dan juga, baru sehari yang lalu, Aku telah resmi menjadi anggota ForSEBI setelah menempuh program diklat ForSEBI (ForSEBI Basic Education) yang diadakan selama 3 hari.
 
 

Nah, ForSEBI ialah organisasi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang bergerak di bidang keilmuan. Satu-satunya KSEI yang dimiliki UIN Sunan Kalijaga. Jadi, banyak yang kita dapatkan di ForSEBI ini, forum-forum yang membahas mengenai masalah keilmuan.

Mengenai keilmuan, ForSEBI mengelompokkan fokus pembelajarannya ke dalam 5 club. Ada KTI (Karya Tulis Ilmiah), Kepenulisan Essay, Olimpiade, Debat, dan Bussiness Plan. Dari pengelompokan ini kita mendapat berbagai pelatihan dan mendapat informasi tentang perlombaan yang diadakan. Jadi nggak bisa dipungkiri lagi, banyak penghargaan yang telah didapati oleh kakak-kakakku di ForSEBI ini. Baik di tingkat regional maupun nasional.

Tapi yang kita dapetin disini nggak melulu masalah keilmuan, lho. Jika ada yang berminat dalam organisasi, ForSEBI ini memiliki link-link dengan KSEI-KSEI lain di seluruh Indonesia yang tergabung dalam FoSSEI. Hadeh.... 😌😌😌 banyak banget ya singkatan-singkatannya. Yak... diakhir nanti iroh bakal ngejelasin kepanjangan dari singkatan itu. FoSSEI ini merupakan wadah yang menghimpun seluruh KSEI se-Indonesia agar pergerakan ekonomi islam dapat berjalan sejalan dan satu visi. Jika kita aktif di keorganisasian ForSEBI, kita bisa dipromosikan untuk menjadi anggota FoSSEI.

Nah, perjalanan menjadi anggota ForSEBI telah kumulai selama 1 hari. Kedepannya, Aku akan berusaha menjadi kader ForSEBI yang terus berbenah diri menjadi lebih baik.
#EkonomRobbaniBISA

Terima kasih sudah membaca!!!



ForSEBI : Forum Studi Ekonomi dan Bisnis Islam
LKMF    : Lembaga Kegiatan Milik Fakutas
KSEI      : Kelompok Studi Ekonomi Islam
FoSSEI   : Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam

Sumber : kegiatan ForSEBI Basic Education 2017. Kulonprogo, 20-22 Oktober 2017.

Senin, 16 Oktober 2017

Sejarah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sejarah
1951-1960
Periode Rintisan
Periode ini dimulai dengan Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam
Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan Peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada Periode ini, terjadi pula peleburan PTAIN (didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950) dan ADIA (didirikan berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. pada periode ini, PTAIN berada di bawah kepemimpinan KHR Moh Adnan (1951-1959) dan Prof. Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960)

1960-1972
Periode Peletakan Landasan
Periode ini ditandai dengan Peresmian IAIN pada tanggal 24 Agustus 1960. Pada periode ini, terjadi pemisahan IAIN. Pertama berpusat di Yogyakarta dan kedua, berpusat di Jakarta berdasarkan Keputusan Agama Nomor 49 Tahun 1963 Tanggal 25 Februari 1963. Pada periode ini, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965 Tanggal 1 Juli 1965. Pada periode ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dimulai dengan pemindahan kampus lama (di Jalan Simanjuntak, yang sekarang menjadi gedung MAN 1 Yogyakarta ) ke kampus baru yang jauh lebih luas (di Jalan Marsda Adisucipto Yogyakarta). Sejumlah gedung fakultas dibangun dan di tengah-tengahnya dibangun pula sebuah masjid yang masih berdiri kokoh. Sistem pendidikan yang berlaku pada periode ini masih bersifat 'bebas' karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar mempersiapkan diri. Adapun materi kurikulumnya masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar, Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. RHA Soenarjo, SH (1960-1972).

1972-1996
Periode Peletakan Landasan Akademik

Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga dipimpin secara berturut-turut oleh Kolonel Drs. H. Bakri Syahid (1972-1976), Prof. H. Zaini Dahlan, MA (selama 2 masa jabatan: 1976-1980 dan 1980-1983), Prof. Dr. HA Mu'in Umar (1983-1992) dan Prof. Dr. Simuh (1992-1996). Pada periodeini, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat dilanjutkan. Sistem pendidikan yang digunakan pada periode ini mulai bergeser dari 'sistem liberal' ke 'sistem terpimpin' dengan mengintrodusir 'sistem semester semu' dan akhirnya 'sistem kredit semester murni'. Dari segi kurikulum, IAIN Sunan Kalijaga telah mengalami penyesuaian  yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia. Jumlah fakultas bertambah menjadi 5 (lima); yaitu Fakultas Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dibuka pada periode ini, tepatnya pada tahun akademik 1983/1984. Program Pascasarjana ini telah diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master. Untuk itu, pembukaan Program pAscasarjana pada dasawarsa delapan puluhan tersebut telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.


1996-2001
Periode Pemantapan Akademik dan Manajemen


Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Atho Mudzhar (1997-2001). Pada periode ini, upaya peningkatan mutu akademik, khususnya mutu dosen (tenaga edukatif) dan mutu alumni, terus dilanjutkan. Para dosen dalam jumlah yang besar didorong dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi, baik untuk tingkat Magister (S2) maupun Doktor (S3) dalam berbagai disiplin ilmu, baik di dalam maupun di luar negeri. Demikian pula peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif dilakukan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan orientasi akademiknya dan mengokohkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Jumlah tenaga dosen yang bergelar Doktor dan Guru Besar meningkat disertai dengan peningkatan dalam jumlah koleksi perpustakaan dan sistem layanannya.

2001-2010
Periode Pengembangan Kelembagaan

Periode ini dapat disebut sebagai 'Periode Trasformasi', karena, pada periode ini telah terjadi peristiwa penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam tertua di tanah air, yaitu Transformasi Institut Agama ISlam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004. Deklarasi UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2004. Periode ini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (2001-2005) dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Drs. H. Masyhudi, BBA, M.Si. dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Ismail Lubis, MA (Almarhum) yang kemudian digantikan oleh Dr. Maragustam Siregar, MA.
Pada periode kedua (2006-2010) dari kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah telah dibentuk Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama. Dengan ditetapkannya keberadaan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, maka kepemimpinan UIN Sunan Kalijaga pada periode kedua ini adalah sebagai berikut : PEmbantu Rektor Bidang Akademik, Dr. H. Sukamta, MA, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, Dr. H. Tasman Hamami, MA, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Maragustam Siregar, MA, dan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama dijabat oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA.
Perubahan Institut menjadi universitas dilakukan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi interkoneksi. Paradigma ini mensyaratkan adanya upaya untuk mendialogkan secara terbuka dan intensif antara hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah. Dengan paradigma ini, UIN Sunan Kalijaga semakin menegaskan kepeduliannya terhadap perkembangan masyarakat muslim khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Pemaduan dan pengaitan kedua bidang studi yang sebelumnya dipandang secara dimatral berbeda memungkinkan lahirnya pemahaman Islam yang ramah, demokratis, dan menjadi rahmatan lil 'alamin.

2010-2014
Periode
Kebersamaan dan Kesejahteraan
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : B.II/3/16522/2010 Tanggal 6 Desember 2010, Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam diberi tugas tambahan sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa jabatan 2010-2014. Periode di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Musa Asy’arie dibantu oleh empat Pembantu Rektor yaitu:  Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag,. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Rifai,. M.Phil., dan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A.
Seiring dengan perkembangan jaman dan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan tinggi, dinilai organisasi tata kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta perlu ditata kembali. Oleh karena itu, Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengalami perubahan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2013. Sesuai dengan Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang baru, dalam melaksanakan tugasnya, Rektor  dibantu oleh tiga Wakil Rektor yaitu: Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.,dan wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerja sama Dr. H. Maksudin, MA.

 Assalamu'alaykum gaes...

 Namaku Aulia Salimah Maghfiroh. Aku biasa dipanggil iroh. Aku lahir pada tanggal 13 Oktober tahun 1999. Aku tinggal di Sleman. Tepatnya di desa Tegalyoso, kelurahan Banyuraden, kecamatan, Gamping, kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jaman daftar ulang
 Dulunya Aku berasal dari Madrasah Aliyah Nuurul Waahid di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Madrasah itu mengambil sistem boarding school dalam pembelajarannya atau yang biasa kita sebut pondok pesantren. Dan kini, Aku melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi islam negeri di Yogyakarta yaitu UIN Sunan Kalijaga. Disini Aku berada di program studi yang sama sekali inti dari prodi itu tak pernah kupelajari saat di MA, yaitu Ekonomi Islam, fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Fakultas yang baru berdiri selama 5 tahun.

 Foto disamping ini Aku saat daftar ulang dulu. Dengan wajahku yang masih polos juga sekarang tidak jauh berbeda, Aku menjalani kuliahku dengan beraneka macam kepolosan dan keluguan. Tapi nggak apa, toh nggak ada salahnya jadi orang lugu. Hahaa...

Oh, ya. Iroh juga mau ngenalin kampusku nih..

 Dah dulu, yaaakk...
 Iroh pamit dulu..
 Wassalmu'alaykum...